Jumat, 03 Januari 2014

Kuesioner

Kuesioner berasal dari kata Questionnaire atau daftar pertanyaan. Dalam Bahasa Indonesia kuesioner juga dikenal dengan istilah angket. Kuesioner dalam penelitian adalahinstrument pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan dalam bentuk item pertanyaan atau pernyataan yang dibuat oleh peneliti untuk disebarkan kepada responden. Item pertanyaan atau pernyataan yang dibuat berdasarkan indikator pada definisi operasional yang dapat menjabarkan variabel-variabel yang akan diteliti. Merancang kuesioner sebaiknya menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami oleh semua responden.
Kuesioner yang saya amati guna memenuhi tugas softskill metode penelitian adalah mengenai kepuasaan Tamu Hotel Bumi Asih Pangkalpinang atas pelayanan dan kualitas pelayan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang yang selanjutnya akan dianalisis. Kuesioner ini berisi 21 pertanyaan dan lembar identitas tamu. Terdapat pula petunjuk dalam menjawab pertanyaan kuesoner yang ada.
KUESIONER

Mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari Tamu Hotel Bumi Asih Pangkalpinang untuk mengisi daftar pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari rasakan yang sesungguhnya. Besar harapan saya kiranya jawaban yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berikan seobyektif mungkin karena sangat membantu keakuratan data dari penelitian ini.

II.     Memberikan Jawaban dari Pernyataan yang Tersedia
Untuk pernyataan-pernyataan berikut ini, Bapak/Ibu/Saudara/Saudari dipersilahkan untuk memberikan jawaban dengan mengisi tanda centang (√) pada skala 1 – 5 dalam kolom jawaban yang sudah tersedia dengan pilihan sebagai berikut :
1.      Sangat Tidak Setuju (STS)                  4. Setuju (S)
2.      Tidak Setuju (TS)                                5. Sangat Setuju (SS)
3.      Netral (N)

A.      Dimensi Pelayanan Prima Pramugraha (X)
No.
Pernyataan
Pilihan Jawaban
1
2
3
4
5
STS
TS
N
S
SS
a.
Kemampuan (Ability)  (X1)
1.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang mampu  menyiapkan kamar yang Bapak/Ibu/ Saudara/Saudari tempati dengan cekatan, teliti, bersih, rapi, indah dan nyaman.
2.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang mampu memberikan layanan housekeepingyang prima atas segala keperluan yang Bapak/Ibu/ Saudara/Saudari butuhkan.
3.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif ketika melayani Bapak/Ibu/ Saudara/Saudari.
b.
Sikap (Attitude) (X2)
1.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar Hotel Bumi Asih Pangkalpinang sabar dalam menyiapkan kamar dan memberikan layanan housekeeping atas segala keperluan yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari butuhkan selama menginap di hotel.
2.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang selalu menyapa dengan sikap yang ramah, sopan dan santun ketika bertemu dengan Bapak/Ibu/ Saudara/ Saudari.
3.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang bersikap rendah hati dalam berinteraksi dengan Bapak/Ibu/ Saudara/Saudari selama menginap di hotel.
c.
Penampilan (Appearance) (X3)
1.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang mempunyai kebiasaan memakai sepatu,uniform (seragam) yang rapi, bersih dan serasi, serta tidak memakai perhiasan atau aksesoris yang berlebihan selama menjalankan tugas.
2.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang selalu berambut rapi, bersih, tidak berbau badan dan mulut selama melaksanakan tugas.
3.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang selalu berwajah ceria dan menyenangkan.
d.
Perhatian (Attention) (X4)
1.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang selalu merespon setiap kebutuhan dan keinginan layanan housekeeping yang Bapak/Ibu/ Saudara/Saudari kehendaki selama menginap di hotel.
2.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang cepat dalam menindaklanjuti setiap kebutuhan dan keinginan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari selama menginap di hotel.
3.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang sangat peduli terhadap keluhan, kritikkan dan saran dari Bapak/Ibu/Saudara/Saudari.
e.
Tindakan (Action) (X5)
1.
Kamar yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari tem-pati selama menginap di hotel Bumi Asih Pangkalpinang dalam keadaan bersih, rapi, indah, nyaman dan menyenangkan.
2.
Seluruh peralatan dan perlengkapan kamar yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari tempati sela-ma menginap di Hotel Bumi Asih Pang-kalpinang dapat berfungsi dalam kondisi baik.
3.
Pramugraha (Room boy/Room maid/Pelayan Kamar) Hotel Bumi Asih Pangkalpinang memi-liki kehandalan dalam mengatasi permasalahan kamar yang timbul.
f.
Tanggung jawab (Accountability) (X6)
1.
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari merasa terjamin akan keamanan barang bawaan milik sendiri yang diletakkan di dalam kamar selama menginap di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang.
2.
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari merasa aman dan nyaman menggunakan peralatan dan perleng-kapan kamar selama menginap di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang.
3.
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari merasa aman, nyaman dan menyenangkan berada di dalam kamar, sehingga terjamin dari segala resiko selama menginap di Hotel Bumi Asih Pangkal-pinang.


B.     Kepuasan Tamu (Y)

No.
Pernyataan
Pilihan Jawaban
1
2
3
4
5
STS
TS
N
S
SS
1.
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sungguh-sungguh merasa puas dengan kualitas kamar dan layanan housekeeping yang di sediakan oleh Hotel Bumi Asih Pangkalpinang, sehingga Bapak/Ibu/Saudara/Saudari akan datang kem-bali untuk menginap di hotel pada kesempatan di lain waktu.
2.
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sungguh-sungguh merasa puas dengan kualitas kamar dan layanan housekeeping yang di sediakan oleh Hotel Bumi Asih Pangkalpinang, sehingga Bapak/Ibu/Saudara/Saudari akan selalu men-jalin hubungan baik dengan hotel sebagai bentuk dari loyalitas tamu (pelanggan).
3.
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sungguh-sungguh merasakan kualitas kamar dan layananhousekeeping yang di sediakan oleh Hotel Bumi Asih Pangkalpinang sesuai dengan harga kamar yang ditawarkan sehingga Bapak/Ibu/ Saudara/Saudari akan bercerita kepada orang lain sebagai bentuk rekomendasi dari mulut ke mulut.

Analisis yang dilakukan terhadap kuesioner yang diamati berupa analisis mengenai sumber data (apakah data primer atau sekunder, apakah data time series atau cross section,  apakah data kualitatif atau kuantitatif), kerangka sampel, unit sampel, penentuan ukuran sampel, metode pemilihan sampel sampai dan skala pengukuran. Berikut dibawah ini merupakan analisis dari pengamatan yang diamati.
1.                  Data pada kuesioner merupakan data primer, sebab data  dikumpulkan langsung oleh peneliti.
2.                  Data pada kuesioner merupakan data cross section, karena bab data dikumpulkan pada suatu waktu tertentu dengan tujuan menggambarkan keadaan.       Tidak digunakan dalam waktu yang berkelanjutan (terus-menerus).
3.                  Data pada kuesioner merupakan data kualitatif, karena data tidak berupa bilangan melainkan kalimat yang berisikan instruksi dalam menjawab pertanyaan, seperti sangat tidak setuju, setuju, dan sebagainya.
4.                   Penelitian pada kuesioner termasuk penelitian kuantitatif. Sebab penelitian mengacu pada context of justification, pada dasarnya menguji teori yang berkaitan dengan masalah penelitian memlaui kerangka berpikir yang dirumuskan dalam hipotesis penelitian.
5.                  Kerangka sampel pada kuesioner ditargetkan pada Tamu Hotel Bumi Asih Pangkalpinang.
6.                  Unit sampel pada kuesioner dibagi dalam 3 tahap. Total kuesioner sebanyak 160 kuesioner yang dibagi 3 tahap. Tahap pertama 70 kuesioner, tahap kedua 50 kuesioner dan tahap ketiga 40 kuesioner.
7.                   Penentuan ukuran sampel pada kuesioner sebesar 90%. Peneliti yakin bahwa 90% data yang ada dapat terpenuhi dengan toleransi 10%.
8.                  Metode pemilihan sampel pada kuesioner ini yaitu probabilitas, karena dalam pemilihan sampel dilakukan secara acak.
9.                  Skala pengukuran dalam kuesioner ini berupa skala nominal, karena menyatakan dalam kelompok seperti pada pengisian identitas respponden.
10.              Skalapengukurannya  juga dapat disebut skala likert karena dalam kuesioner juga terdapat petunjuk dalam menjawab, seperti sangat tidak setuju, setuju, dan lain sebagainya.
11.              Teknik pengumpulan data pada kuesioner secara instrumen dengan bentuk kuesioner.


Jumat, 08 November 2013

Metodelogi Penelitian Kebersihan Lingkungan Sekolah

Permasalahan Kebersihan Lingkungan Sekolah Di Jakarta


Tema yang diambil penulis dalam penelitian kali ini yaitu akan membahas mengenai permasalahan kebersihan di lingkungan sekolah di jakarta utara, khususnya di wilayah sunter. Motivasi yang diberikan oleh penulis dalam mengangkat tema ini karena sangat kurang sekali kesadaran siswa/siswi untuk membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan disetiap sudut-sudut ruang kelas maupun di lingkungan sekolah yang telah disediakan tempat sampah. Suatu lingkungan disebuah sekolah seringkali sekolah mengalami permasalahan tentang kebersihan. Hal ini disebabkan oleh para siswa/siswi yang membuang sampah sembarangan serta mencoret-mencoret dinding kelas maupun meja belajar dikelas. Hal-hal tersebut merupakan penyebab utama dari kebersihan disuatu sekolah yang berada di jakarta utara khususnya di wilayah sunter. Oleh karena itu penulis ingin lebih mendalami mengenai permasalahan kebersihan dilingkungan sekolah yang dibuat dalam penulisan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah softskill. Dibawah ini penulis akan menjelaskan permasalahan yang mendasari mengenai permasalahan kebersihan dilingkungan sekolah beserta tujuan dari penelitian yang dibuat oleh penulis.

Perumusan Masalah
Perumusan masalah pada penelitian mengenai permasalahan kebersihan dilingkungan sekolah adalah bagaimana cara penanggulangan sampah jajanan dalam lingkungan sekolah serta arti mengenai kebersihan dan manfaat kebersihan sekolah terhadap proses belajar mengajar.

Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan merupakan hal yang hendak dicapai dalam pedoman untuk melakukan suatu kegiatan yang telah dirumuskan. Adapun tujuan diadakannya penelitian yang dilakukan adalah:
1.        Mengetahui dan membangkitkan kesadaran para siswa/siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan    sekolah.
2.        Memberikan pengarahan bahwa kebersihan lingkungan itu sangat penting bagi proses belajar mengajar.
3.        Mengetahui bagaimana proses pelaksanaan kebersihan dilingkungan sekolah.
4.        Mengetahui kondisi kebersihan lingkungan SMAN 80 Jakarta.
5.        Mengetahui peran serta siswa dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.
6.        Mengetahui pengaruh kondisi kebersihan lingkungan sekolah terhadap siswa/siswi SMAN 80 Jakarta.

Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian merupakan dugaan mengenai pengujian yang hendak dilakukan namun dugaan ini bersifat sementara. Tidak semua penelitian yang dilakukan memerlukan hipotesis, namun fungsi dari hipotesis ini sendiri adalah sebagai penjelasan dari masalah penelitian dan pemecahannya.
Penelitian ini tergolong pada hipotesis directional. Hal ini dikarenakan pada hipotesis ini menyatakan sifat dan arah hubungan secara tegas antara dua variabel atau lebih. Berikut dibawah ini adalah hipotesis penelitian:
H0 : Tidak adanya pengaruh antara kesadaran siswa/i dengan kebersihan lingkungan sekolah.
H1 : Adanya pengaruh antara kesadaran siswa/i dengan kebersihan lingkungan sekolah.

Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian merupakan kerangka kerja untuk merinci hubungan-hubungan antara variabel dalam penelitian. Rencana untuk memilih sumber-sumber dan jenis informasi yang dipakai untuk menjawab penelitian, serta garis besar mengenai prosedur penelitian. Berikut adalah rancangan penelitian:
1.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian terbagi menjadi dua, yaitu studi eksplorasi dan studi deskripsi. Penelitian yang dilakukan ini tergolong kedalam studi deskripsi. Hal ini dikarenakan pertama dalam penelitian yang dilakukan data berupa data kualitatif maupun kuantitatif. Artinya sebelum menarik kesimpulan baik buruknya dari kualitas produk tersebut, telah dilakukan pengolahan data secara statistik yang menggunakan data kuantitatif.
2.    Tipe Hubungan Antar Variabel
Tipe hubungan antar variabel terbagi menjadi dua, yaitu hubungan sebab akibat dan hubungan kolerasional. Penelitian ini tergolong pada hubungan sebab akibat. Hal ini dikarenakan dalam penelitian dikatakan bahwa apabila tingkat kesadaran siswa/i terhadap kebersihan lingkungan sekolah sangat tinggi maka lingkungan sekolah dapat bersih, sehingga sesuailah dengan definisi dari hubungan sebab akibat.
3.    Lingkungan Penelitian dan Pengendalian terhadap Variabel
Lingkungan pengendalian adalah keseluruhan sikap, kesadaran, kebijakan, dan tindakan dewan direksi, manajemen, karyawan, serta pihak-pihak lainnya mengenai pentingnya pengendalian tersebut. Lingkungan pengendalian menentukan kualitas dengan mempengaruhi kesadaran akan pengendalian dari orang-orang sekitarnya. Hal ini merupakan pondasi kedisiplinan dan struktur dari semua komponen pengendalian.
Lingkungan pengendalian terdiri dari 7 elemen, yaitu: integrasi dan nilai-nilai etika, gaya operasi dan filosofi manajemen, pendelegasian wewenang serta tanggung jawab, kebijakan dan praktik sumber daya manusia, komitmen terhadap kompetensi, partisipasi dewan direksi dan komite audit, serta yang terakhir adalah struktur organisasi.
Perolehan pada elemen-elemen tersebut menujukkan bahwa lingkungan pengendalian mencakup kompetensi dan komitmen terhadap etika, komisaris dan direksi dapat meningkatkan lingkungan pengendalian dengan menetapkan kebijakan tertulis, kode etik, dan aturan perilaku, serta mengkomunikasikannya secara efektif.
4.    Unit Analisis
Unit analisis adalah tingkat agregasi data yang dianalisis dalam penelitian. Unit data yang dianalisis merupakan penjumlahan dari seluruh data individual yang menjadi anggota dalam organisasi. Berupa unit analisis tingkat individual, tingkat kelompok, dan organisasional. Penelitian yang dilakukan kali ini dianalisis berdasarkan tingkat individual, karena penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesadaran siswa/i.
5.    Dimensi Waktu
Dimensi waktu terbagi menjadi tiga, yaitu studi satu tahap, studi cross sectional atau studi time series, serta studi beberapa tahap atau jangka panjang. Penelitian yang dilakukan ini tergolong dalam studi cross sectional. Studi cross sectional merupakan dimana data dalam penelitian diambil hanya dalam sekali.
6.    Pengukuran Konstruk
-
7.    Desain Sample
Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu teknik probabilitas dan non probabilitas. Penelitian yang dilakukan  ini tergolong dalam sampel acak sederhana atau teknik probabilitas.
8.    Metode Pengumpulan Data
Metode pengambilan data terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diambil oleh peneliti langsung melalui sumber data berupa observasi atau wawancara. Data sekunder adalah data yang sudah tersedia yang dikutip oleh peneliti guna kepentingan penelitiannya. Penelitian ini tergolong dalam data primer. Hal ini dikarenakan data yang diperoleh diambil oleh peneliti langsung melalui sumber wawancara terhadap siswa/i.


Jumat, 18 Oktober 2013

Permasalahan Kebersihan Lingkungan Sekolah Di Jakarta

Tema yang diambil penulis dalam penelitian kali ini yaitu akan membahas mengenai permasalahan kebersihan di lingkungan sekolah di jakarta utara, khususnya di wilayah sunter. Motivasi yang diberikan oleh penulis dalam mengangkat tema ini karena sangat kurang sekali kesadaran siswa/siswi untuk membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan disetiap sudut-sudut ruang kelas maupun di lingkungan sekolah yang telah disediakan tempat sampah. Suatu lingkungan disebuah sekolah seringkali sekolah mengalami permasalahan tentang kebersihan. Hal ini disebabkan oleh para siswa/siswi yang membuang sampah sembarangan serta mencoret-mencoret dinding kelas maupun meja belajar dikelas. Hal-hal tersebut merupakan penyebab utama dari kebersihan disuatu sekolah yang berada di jakarta utara khususnya di wilayah sunter. Oleh karena itu penulis ingin lebih mendalami mengenai permasalahan kebersihan dilingkungan sekolah yang dibuat dalam penulisan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah softskill. Dibawah ini penulis akan menjelaskan permasalahan yang mendasari mengenai permasalahan kebersihan dilingkungan sekolah beserta tujuan dari penelitian yang dibuat oleh penulis.

Perumusan Masalah
Perumusan masalah pada penelitian mengenai permasalahan kebersihan dilingkungan sekolah adalah bagaimana cara penanggulangan sampah jajanan dalam lingkungan sekolah serta arti mengenai kebersihan dan manfaat kebersihan sekolah terhadap proses belajar mengajar.

Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan merupakan hal yang hendak dicapai dalam pedoman untuk melakukan suatu kegiatan yang telah dirumuskan. Adapun tujuan diadakannya penelitian yang dilakukan adalah:
  1. Mengetahui dan membangkitkan kesadaran para siswa/siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
  2. Memberikan pengarahan bahwa kebersihan lingkungan itu sangat penting bagi proses belajar mengajar.
  3. Mengetahui bagaimana proses pelaksanaan kebersihan dilingkungan sekolah.
  4. Mengetahui kondisi kebersihan lingkungan SMAN 80 Jakarta.
  5. Mengetahui peran serta siswa dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.
  6. Mengetahui pengaruh kondisi kebersihan lingkungan sekolah terhadap siswa/siswi SMAN 80 Jakarta.