Rabu, 29 April 2015

Gelar Sarjana dan Arti Kejujuran

Gelar sarjana merupakan penghargaan akademik yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi atas pencapaiannya selama menempuh pendidikan di suatu perguruan tinggi. Penulis beranggapan bahwa  gelar sarjana Teknik Industri yang akan diraih sesaat lagi merupakan kebanggaan tersendiri atas pencapaian, usaha, kerja keras selama menempuh pendidikan di universitas. Titel sarjana tidak hanya sebatas gelar yang kita miliki melainkan tanggung jawab dan amanah yang harus dilakukan penulis dengan baik, demi kebaikan dan kemajuan bangsa indonesia umumnya, dan untuk diri penulis pribadi khususnya.

Jujur berarti tidak berdusta atau berbohong, berbicara sesuai dengan perilaku yang dilakukannya. Kejujuran berarti tidak melebih-lebihkan sesuatu yang membuat orang lain terkesan dengan kita. Apabila seseorang tidak melakukan kejujuran atau berbohong kepada sesama manusia, maka sulit baginya untuk dapat dipercaya oleh orang lain dan sulit baginya untuk memperbaiki kesalahannya tersebut, karena orang lain tidak mau percaya lagi dengannya. Apabila seseorang memiliki sifat kejujuran dalam kehidupannya, maka orang tersebut tidak akan berbohong meski orang tersebut memiliki kesempatan untuk melakukannya. Menurut penulis kejujuran merupakan dasar utama yang sangat penting untuk menjalin hubungan dengan sesama manusia, baik dalam lingkungan keluarga, bermasyarakat, bekera dan hal lainnya. Kejujuran sangat ditekankan oleh orang tua, karena untuk kebaikan dan kebiasaan penulis berperilaku jujur dalam hal apapun. Berperilakulah jujur dalam hal apapun dan dengan kondisi seperti apapun, karena dengan sifat jujur hidup kita akan damai dan dipercaya banyak orang.

Minggu, 29 Maret 2015

Etika Profesi Lulusan Teknik Industri

Kepakaran Seorang Lulusan Sarjana Teknik Industri
Kepakaran merupakan penguasaan pengetahuan di bidang tertentu, ada pula yang mengatakan bahwa kepakaran merupakan pemahaman yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang diperoleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman. Dari beberapa penjelasan diatas mengenai kepakaran, dapat disimpulkan bahwa kepakaran adalah kemampuan atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang di bidang tertentu yang diperoleh dari pembelajaran dan pemahaman yang dimiliki oleh orang tersebut.
Setiap bidang keahlian pasti memiliki pakar yang mampu menganalisa permasalahan dibidangnya, tentunya dengan ilmu yang dimilikinya. Salah satu bidang keahlian yang akan dibahas pada kesempatan kali ini yaitu mengenai kepakaran seorang lulusan sarjana teknik industri.
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa teknik industri merupakan gabungan dari ilmu matematika, fisika, pengetahuan teknik dan aktivitas bisnis seperti sistem pemasaran, keuangan, pengembangan sumber daya manusia dan lain-lain, yang fundamental dengan prinsip-prinsip dan metode-metode dari desain dan analisis keteknikan. 
Kepakaran dari seorang teknik industri adalah memecahkan masalah yang terkait dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang lapangan pekerjaan. Dengan semua bekal ilmu yang telah didapatkan, seorang sarjana teknik industri diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak karena seorang sarjana teknik industri selain dapat me-manage suatu sistem dengan baik, juga dapat secara langsung turun tangan dalam memperbaiki sistem tersebut secara kontinyu. Selain itu seorang lulusan teknik industri harus mampu melakukan perancangan, perbaikan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas elemen elemen seperti manusia, material, peralatan, biaya dan energi untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi, menganalisa terhadap hasil yang diperoleh serta dapat memperbaiki apabila hasil yang diperoleh tidak baik  dan setiap saat setiap waktu harus selalu mau dan mampu belajar hal-hal yang baru, berpikiran terbuka dan luas karena ilmu industri berkembang dengan sangat cepat. Hal-hal inilah yang harus dimiliki oleh seorang lulusan teknik industri.

Karakter Tidak Ber-Etika Di Kehidupan Sehari-hari
Secara umum istilah “karakter” yang sering disamakan dengan istilah “temperamen” ,”tabiat”, “watak” atau “akhlak” yang memberinya sebuah definisi sesuatu yang menekankan unsur psikososial yang dikaitkan dengan pendidikan dan konteks lingkungan.
Karakter yang baik menurut Maxwell (2001) lebih dari sekedar perkataan, melainkan sebuah pilihan yang membawa kesuksesan. Ia bukan anugerah, melainkan dibangun sedikit demi sedikit, dengan pikiran, perkataan, perbuatan, kebiasaan, keberanian usaha keras, dan bahkan dibentuk dari kesulitan hidup. Dapat disimpulkan menurut pendapat penulis mengenai karakter merupakan suatu sikap yang dimiliki seseorang yang menjadi suatu ciri khas orang tersebut  yang biasanya terbentuk dengan sendirinya atau di pengaruhi oleh lingkungan di sekitar atau orang orang di sekitarnya.
Etika adalah ilmu tentang apa yang baik, apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.Pengertian ini muncul mengingat etika berasal dari bahasa Yunani kuno "ethos" (jamak: ta etha), yang berarti adat kebiasaan, cara berkipikir, akhlak, sikap, watak, cara bertindak. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988, menjelaskan etika dengan membedakan tiga arti, yakni: Ilmu tentang apa yang baik dan buruk, kumpulan azas atau nilai, dan nilai mengenai benar dan salah. Menurut beberapa ahli Menurut K. Bertens: Etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Dapat disimpulkan bahwa etika adalah sikap dan perilaku yang dimiliki manusia atau yang dijalankan oleh manusia serta tindakan apa yang bernilai dalam hidupnya. Adapun karakter-karakter yang menunjukan tidak memiliki etika, antara lain:
1.      Pembohong.
Pembohong, karakter ini sangat berbahaya bagi seseorang karena dampak yang diakibatkan dari berbohong sangat merugikan orang lain. Apabila orang lain mengetahui karakter ini secara dominan dimiliki oleh kita, maka setiap pekataan kita tidak akan dipercaya lagi. Di dunia kerja, kejujuran adalah etika yang sangat penting yang harus dimiliki seseorang.
2.      Buang angin sembarangan (kentut) ketika sedang makan bersama.
Orang yang sering buang angin sembarangan dianggap tidak beretika karena tidak menghormati orang disekitarnya. Selain itu, aroma angin yang dikeluarkan dapat mengganggu pernapasan orang sekitarnya dan membuat nafsu makan orang yang berada disekitarnya menjadi berkurang.
3.      Tidak bertanggung jawab.
Setiap pekerjaan membutuhkan tanggung jawab, tanpa adanya komitmen untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain akan berdampak besar pada kepercayaan orang lain terhadap kita. Kita tidak akan dianggap mampu mengemban suatu jabatan sebelum kita mampu bertanggung jawab.
4.      Berkata tidak sopan kepada orang yang lebih tua.
     Sifat ini sangat tidak baik apabila dilakukan terhadap orang yang lebih tua atau seumuran dengan kita, karena menyebabkan seseorang menjadi songong dan bertindak semaunya serta tidak menghormati orang yang lebih tua dari dirinya.
5.      Membuka gadget teman diam-diam dan membaca isi pesan didalamnya.
Sifat ini sangat tidak memiliki etika, selain tidak meminta ijin kepada pemiliknya untuk meminjam, orang ini pum secara sembunyi membuka isi pesan didalamnya. Dimana isi pesan didalamnya menjadi privasi yang memiliki gadget tersebut.

Aktivitas Tidak Ber-Etika Profesional Dalam Bekerja
Selain contoh dari karakter yang tidak memiliki etika dalam kehidupan sehari-hari, maka pada kesempatan kali ini penulis memberikan contoh aktivitas kerja yang tidak ber etika professional, antara lain:
1.     Seorang yang bekerja di bagian QC tersebut melakukan hal yang dianggap tidak baik, yaitu dengan meloloskan suatu produk yang sebenarnya dianggap cacat atau tidak layak. Hal ini disebut pelanggaran etika karena di dalam diri orang tersebut tidak ditanamkan norma-norma yang berlaku dalam etika profesi. Dampak yang ditimbulkan adalah nama baik perusahaan tersebut akan tercoreng karena tindakan oknum yang melakukan tindakan tersebut.
2.   Hakim yang rela disuap untuk meringankan atau menghilangkan hukuman untuk tersangka dalam suatu kasus kejahatan.
Ini benar-benar hakim yang tidak memiliki etika dalam bekerja, karena telah mencederai hukum di negerinya sendiri dengan tindakan yang di lakukannya dan bersikap tidak adil.
3.      Tidak dapat menjaga kerahasiaan perusahaan tempat bekerja
Suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki rahasia terutama dalam tujuan untuk bisa terus mempertahankan eksistensi perusahaan tsb. Apabila seorang pekerja tidak dapat menjaga kerahasiaan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika profesional.

4.       Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan. 
contohnya pada saat seorang karyawan mendapatkan tugas keluar kota dari perusahaan tempat dia bekerja dia memanfaatkan sebagian dari waktu tersebut untuk sekalian berlibur dengan anggota keluarganya.
5.      Jurnalis yang membuat berita secara tidak netral dengan memihak pada satu figur, golongan atau kalangan tertentu.
Hal ini merupakan contoh aktivitas kerja yang tidak memiliki etika, mengapa demikan karena secara tidak langsung akan menimbulkan kericuhan dan merubah cara pandang para pembaca berita dengan berita yang tidak fair yang berpihak pada satu golongan.

Referensi:
Antonius Atosokhi Gea. 2005. Character Building IV: Relasi dengan Dunia. Jakarta: Elex Media Komputindo.
kbbi.web.id/etika                     

Sabtu, 06 Desember 2014

Perencanaan Organisasional

Tujuan perencanaan organisasional dibagi menjadi dua tujuan, antara lain tujuan perlindungan dan tujuan kesepakatan. Tujuan perlindungan yaitu tujuan yang meminimalisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan. Sedangkan tujuan kesepakatan adalah tujuan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional.
Henry fayol mengemukakan 16 pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya. Berikut dibawah ini merupakan 16 pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya:
a.    Pembagian kerja
b.   Wewenang dan tanggung jawab
c.    Disiplin
d.   Kesatuan perintah
e.    Kesatuan pengarahan
f.     Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
g.    Penggajian pegawai
h.    Pemusatan
i.      Hirarki
j.      Ketertiban
k.    Keadilan dan kejujuran
l.      Stabilitas kondisi karyawan
m.  Prakarsa
n.    Semangat kesatuan dan semangat korps
o.    Menghindari adanya pengaturan, birokrasi dan kertas kerja
p.    Memberikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan
Pembagian tenaga kerja memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing. Keuntungan dan kerugian dari pembagian tenaga kerja adalah sebagai berikut:
Keuntungan
1.    Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat.
2.       Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain.
3.    Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien.
4.      Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses  keseluruhan produk.
Kerugian
1.      Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia.
2.    Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.
            Menurut chester barnad akan makin banyak perintah manager yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai sebagai berikut:
a.   Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manager dan dikenal semua anggota organisasi.
b.  Tiap anggota organisasi telah menerima saluram komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah.
c.        Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung.
d.       Rantai komando yang lengkap
e.       Manajer memiliki keterampilan  komunikasi yang memadai
f.        Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
g.       Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer

Minggu, 19 Oktober 2014

Routing Sheet dan Multy Product Process Chart (MPPC)

ROUTING SHEET dan Multy Product Process Chart (MPPC)


Peta proses operasi menurut Apple (1990) merupakan salah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Peta ini adalah diagram tentang proses dan telah digunakan sebagai alat untuk pengendalian dan perencanaan. Peta operasi merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami bahan baku mulai dari awal sampai produk akhir.
Peta rakitan adalah gambaran grafis dari urutan-urutan aliran komponen dan rakitan-bagian kedalam rakitan suatu produk. Peta perakitan menunjukan cara yg mudah dipahami tentang komponen-komponen yang membentuk produk. Bagian komponen-komponen ini bergabung bersama. Komponen yang menjadi bagian satuan rakitan-bagian. Aliran komponen kedalam sebuah rakitan. Keterkaitan antara komponen dengan rakitan-bagian. Gambaran menyeluruh dari proses rakitan. Urutan waktu komponen bergabung bersama. Suatu gambaran awal dari pola aliran bahan.
Kegunaan peta proses operasi adalah dapat mengetahui kebutuhan mesin dan penganggarannya, memperkirakan kebutuhan bahan baku, sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik. Alat untuk melakukan cara kerja yang dipakai dan sebagai simulasi kerja juga merupakan kegunaan dari peta proses operasi.
Peta proses operasi yang dicatat hanyalah kegiatan-kegiatan operasi dan pemeriksaan inpeksi. Akhir proses bisa ditambahkan tentang penyimpanan, dengan adanya informasi yang bisa dicatat melalui peta proses operasi, banyak manfaat yang bisa diperoleh yaitu kebutuhan jenis proses operasi/inspeksi macam dan spesifikasi mesin atau fasilitas bahan baku dengan memperhitungkan efesiensi pada setiap elemen operasi kerja atau inpeksi dan pola tata letak fasilitas,  aliran pemindahan bahannya dan alternatif perbaikan prosedur dan data kerja yang sedang dipakai.
Peta proses operasi adalah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Peta ini adalah diagram tentang proses, dan telah digunakan dalam berbagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Peta ini dapat digunakan sebagai alat manajemen. Keuntungan dan kegunaan dari peta proses oprasi ini adalah untuk mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen. Menunjukkan urutan oprasi pada tiap komponen. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen. Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen. Menunjukkan hubungan antara komponen. Menunjukkan panjang nisbi dari lintasan fabrikasi dan ruangan yang dibutuhkannya. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan - rakitan. Membedakan antara komponen yang dibuat dan dibeli. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri. Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan. Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin, peralatan dan pekerja. Menunjukkan sifat pola aliran bahan. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan. Menunjukkan kesulitan - kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada yang lain.
Routing sheet adalah tabulasi langkah-langkah yang dicakup dalam memproduki komponen tertentudan perincian untuk hal-hal yang berkaitan. Routing sheet berguna untuk menentukan bahan baku yang harus disiapkan dan jumlah mesin teoritis yang tersedia pada kapasitas produksi tertentu. Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat routing sheet yaitu menentukan jumlah produk per satuan waktu yang ingin dicapai dan jumlah jam kerja pada satuan waktu. Hitung jumlah unit yang diharapkan dan jumlah unit yang disiapkan. Hitung kapasitas efisiensi dan hitung jumlah mesin teoritis yang dibutuhkan untuk memenuhi kapasitas produksi.
Multy Product Process Chart (MPPC) adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan proses untuk masing-masing komponen yang akan diproduksi. Informasi yang didapat dari diagram ini adalah jumlah mesin aktual. Penyusunan MPPC ini didasarkan pada OPC dan routing sheet.


Referensi:
Apple, James. 1990. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi ketiga. Bandung:ITB.
Wignjosoebroto, Sritomo. 1992. Teknik Tata dan Pengukuran Kerja. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.
-6459-bab-ii.pdf pada tanggal 28 Oktober 2014.



Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Kewirausahaan berasal dar bahasa Perancis yang memiliki arti perantara. diartikan sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa dan karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.
Tiga jenis perilaku:
1.   Memulai inisiatif artinya memulai inisiatif berarti memiliki pola pikir yang luas dan kreatif serta suatu tekad yang bulat ingin berwirausaha.
2.   Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis. Artinya seorang wirausaha harus mampu merubah semua faktor yang mempengaruhi dalam kelangsungan usahanya secara praktis untuk menunjang kelancaran usahanya.
3.   Diterimanya resiko artinya seorang wirausaha juga harus bisa meenerima segala resiko dalam menjalankan usahanya yaitu suatu kegagalan dalam usahanya.

            Kunci penting seorang wirausahawan adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas.
Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland yaitu keinginan untuk berprestasi, keinginan untuk bertanggung jawab, preferensi kepada resiko-resiko menengah, persepsi kepada kemungkinan berhasil, rangsangan oleh umpan balik, aktivitas energik, orientasi ke masa depan, keterampilan dalam pengorganisasian, dan sikap terhadap uang.
Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi antara lain seperti kemampuan inovatif, toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity), keinginan untuk berprestasi, kemampuan perencanaan realistis, kepemimpinan terorientasi kepada tujuan, obyektivitas, tanggung jawab pribadi, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator.

Terdapat 3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland antara lain yaitu:
Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.
Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.

            Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi didunia merangsang orientasi eksternal. Para wirausahawan menelusuri banyak sumber gagasan.  Sumber gagasan yang baru tersebut adalah:
a. Konsumen
Kita bisa mendapatkan ide usaha baru dari konsumen, yaitu dengan mencoba memenuhi kebutuhan mereka yang mungkin belum terpenuhi oleh produk atau jasa yang telah ada.
b. Perusahaan yang sudah ada
Kita bisa melakukan pengamatan terhadap usaha-usaha yang kira-kira bisa diterima oleh pasar dan melakukan modifikasi atas usaha tersebut sehingga punya keunggulan yang lebih.
c. Saluran distribusi
Kita juga bisa mendapatkan ide usaha/produk baru dari saluran distribusi karena merekalah yang langsung berhubungan dengan konsumen sehingga biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen.
d. Pemerintah
Ide usaha bisa di dapat dari berbagai macam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
e. Penelitian dan pengembangan
Ide usaha baru seringkali didapat dari hasil penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru.

Analisa pulang pokok (break event point) adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok (tidak rugi tidak untung). Selain itu, analisa pulang pokok juga adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.
Unsur Dasar Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok umumnya terdiri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuatan keputusan relatif terhadap 7 unsur pokok. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut:
1. Biaya tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan oleh generasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya tetap adalah pajak tanah, pemeliharaan bangunan, pengeluaran untuk bunga pada uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan.
2. Biaya variabel
Biaya vaiabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya variabel adalah biaya pembunkusan produk, biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat produk, biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan.
3. Biaya total
Biaya total adalah total biaya total dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi.
4. Pendapatan total
Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk. Sesungguhnya pendapatan total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual.
5. Keuntungan
Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual. 
6. Kerugian
Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut.
7. Titik pulang pokok
Titik pulang pokok didefinisikan sebagai situasi di mana pendapatan total organisasi sama dengan biaya totalnya; organisasi hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak mendapatkan keuntungan maupun tidak mengalami kerugian.

Terdapat beberapa bentuk-bentuk kepemilikan yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bentuk-bentuk kepemilikan tersebut antara lain:
Perusahaan perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Persekutuan
Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
Perseroan
Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
Koperasi
Koperasi adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.


Terdiri dari beberapa langkah dalam penyediaan sumber daya manusia. Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia tersebut antara lain:
1.Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan
sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali
terdapat posisi yang kosong.
2. Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
3. Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4. Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
Seleksi adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut atau dipilih sesuai dengan klasifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dalam menyeleksi sumber daya manusia, memiliki beberapa tahapan proses seleksi yang biasa dilakukan oleh perusahaan. Tahap-tahap proses seleksi tersebut antara lain:

1. Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll

2. Wawancara Pendahuluan
3. Tes Kecerdasan (intelegence)
4. Tes Bakat (Aptitude)
5. Tes Kepribadian (Personality)
6. Rujukan Prestasi (Performance References)
7. Wawancara Dianostik
8. Pemeriksaan Kesehatan
9. Penilaian Pribadi


Referensi: